Sosialisasi Empat Pilar, Ini Pesan Wakil Ketua MPR untuk Para Da’i

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan para da’i atau juru dakwah perlu memahami realita tentang Indonesia, baik ideologi, dasar negara, konstitusi, maupun semboyannya. Hal ini mengingat para da’i berdakwah untuk umat Islam di Indonesia.

“Diharapkan melalui pemahaman yang baik terhadap Empat Pilar, maka para Da’i lebih bisa berperan dalam ikut menjaga Indonesia agar tak keluar dari cita-cita Indonesia Merdeka, dan karenanya ikut berperan aktif untuk membangun dan memajukan Indonesia baik umat/bangsa,” ujar HNW dalam keterangannya, Selasa (8/12/2020). Agen Slot Pragmatic

Hal tersebut disampaikan saat sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Pimpinan Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) di Jakarta, Minggu (6/12). HNW menjelaskan melalui pengenalan terhadap karakteristik masyarakat Madinah dan dakwah, Rasulullah SAW dapat membangun warga dan negara Madinah dengan berbagai solusi dan inovasi.

Oleh karena itu, upaya memahami realita masyarakat Indonesia juga perlu dilakukan oleh para da’i melalui pemahaman Empat Pilar MPR RI beserta sejarahnya.

“Kita melakukan sosialisasi dalam rangka memahami realita Indonesia di mana kita berada. Sehingga para dai juga memahami peran sebagai warga negara, peran sebagai dai atau pun tokoh masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut HNW mengatakan Indonesia dengan Pancasila, dan UUD NRI 1945, NKRI serta praktek Bhinneka Tunggal Ika, adalah warisan jihad /ijtihad /mujahadah /musyawarah para Ulama.

Menurutnya, para ulama juga ikut mempersiapkan Indonesia Merdeka; dasar negara, ideologi, Pancasila, UUD serta NKRI. Para Ulama dari berbagai Ormas (Muhammadiyah, NU, PUI, AlKhairiyah, Persis) juga Orpol Islam (Partai Syarikat Islam, Penyadar, Masyumi) berjuang bersama para pejuang di BPUPKI, Panitia Sembilan, hingga PPKI.

Ia juga menjelaskan jelang Indonesia Merdeka, NU menyebut Indonesia sebagai Darussalam bukan Darul Harb (negara non Islam yang layak diperangi). Sementara, Muhammadiyah menyebut Indonesia sebagai Darul ‘Ahdi Wa Syahadah (negara kesepakatan dan kesaksian) dan Habib Rizieq Syihab menyebut Indonesia sebagai Darud Dakwah atau Darul Hisbah bukan Darul Qital (negara peperangan).

“Sekalipun demikian, dan sebagai perwujudan atas gairah Islam, semangat Dakwah serta kedalaman ilmu Agama dan cinta mereka pada Indonesia, para ulama tak segan untuk membela Indonesia merdeka dari kemungkinan dijajah lagi oleh Belanda,” ungkapnya.

HNW menyebut KH Hasyim Asyari (NU) memfatwakan resolusi jihad, dan Ki Bagus Hadikusumo (Muhammadiyah) menyampaikan amanat jihad melawan penjajah Belanda. Hal tersebut dilakukan dengan membentuk Laskar Kiai, Laskar Santri, laskar Hizbullah, laskar Angkatan Perang Sabil dan lainnya.

“Dan selamatlah Indonesia dari penjajahan kembali Belanda,” imbuhnya.

HNW mengatakan para ulama bersama dengan tokoh-tokoh nasional juga berdiskusi dan bermusyawarah untuk merumuskan dasar negara Indonesia.

“Para tokoh umat tersebut tampil percaya diri, wawasan luas, kepiawaian berdebat, perjuangkan maslahat Umat dan Bangsa, tetapi tetap bahasa yang baik (bil hikmah) tidak vulgar. Tidak ada kata-kata bid’ah atau kafir,” ujar HNW.

“Mereka memiliki pemahaman Islam yang komprehensif sekaligus mencintai bangsanya, sehingga mampu membuat kompromi mengarahkan Indonesia menjadi negara merdeka, menyelamatkan Pancasila, NKRI oleh M Natsir (Ketua Fraksi Partai Masyumi di DPR RIS) dan bahkan membuat lambang negara Garuda Pancasila oleh Sultan Syarif Hamid al-Qadri II,” tambahnya.

HNW berharap para da’i dapat belajar dan mencontoh para tokoh umat tersebut. Melalui sosialisasi Empat Pilar MPR RI, para da’i dapat terus menjaga warisan para ulama dan para pejuang bangsa. slot gratis pragmatic play no deposit

“Dan agar bila terjadi penyimpangan, dapat meluruskannya, dan mengkoreksinya dengan cara yang makruf (baik/bijak) agar dapat kembali istiqamah/konsisten dengan cita-cita Indonesia Merdeka sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 45,” pungkasnya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *